Mudik setelah 6 tahun
Puasa ke 27, didepan rumah sudah banyak warga yang berdatangan, mereka antri membeli barang sembako murah dari pemerintah. Istri saya dan adik ipar pun tidak ketinggalan untuk ikut mengantre, termasuk teman saya yang sebelumnya memberi informasi melalui WA. Untung depan rumah sehingga istri mendapatkan nomer antri ke8. Yang nanti akan di mulai pukul 09.00 pagi. Wah semakin siang warga semakin banyak, bahkan halaman rumah dipakai parkir baik motor dan mobil, halaman kami lumayan luas. Namun kami tidak pungut jasa parkir ya. Andai dikota besar mungkin bayar, lumayan pastinya dapatnya, namun ini dikampung jadi masih saling tolong menolong. Agar jalan tidak sesak dengan parkir motor dan mobil. Setelah selesai membeli kami mengobrol diteras rumah bersama adik kami, anak-anak bermain riang didalam rumah, kami ngobrol ringan sambil melihat orang mengantri sembako murah didepan rumah yang semakin ramai. Saya pun meminta tolong kepada adik agar besok diantar di pelabuhan speed jam 07.00 pagi. Tak seberapa adik pun pamit pulang dan mengundang kami sekeluarga untuk bukber dirumahnya nanti petang. Wah kamipun sangat senang. Sorenya kami kerumah adik setelah ziarah, jadi agak terlambat, pas magrib kami tiba. Setelah membatalkan puasa dengan makan takzil Dan minuman segar, kami pun sholat magrib berjamaah. Hidangan yang disuguhkan adik ipar kami sangat enak dan lezat. Dia pandai memasak, sup baksonya membuat kami ternikmat, sungguh bersyukur dengan kebersamaan ini. Malamnya setelah selesai tarawih, kami pun packing semua perlengkapan yang akan kami bawa esok hari.
Dengan diantar adik, kamipun menuju pelabuhan speed di Tanjung Selor, jam 08.00 speed berangkat ke Tarakan, sampai jam 09.30. Kami pun langsung menuju ke Bandara. Sambil mencari tempat istirahat yang nyaman kami menunggu jadwal keberangkatan yang masih lumayan lama, yaitu jam 18.40 petang. Saya dan anak saya, Dzaky sholat Jumat di Masjid Bandara, sedangkan istri dan anak saya yang bontot menunggu di bandara. Pulang dari Jumatan kami jalan keluar bandara untuk mencari makanan bagi sibontot, ternyata disini tidak Ada warung makan, akhirnya kami pun kembali ke bandara. Sambil tidur-tiduran ayam tiba-tiba kami terganggu dengan suara-suara gaduh, Ternyata ada keributan antara sopir taksi online dan reguler. Untung dapat diselesaikan oleh aparat AU. Jam 18.00 kami pun masuk pesawat, merasakan pengalaman Buka puasa didalam pesawat di atas langit, luar biasa, sampai kehabisan air mineral dikantin pesawat, laris manis walau harganya mahal. Alhamdulillah setelah perjalanan 2 jam, dengan mulus pesawat landing di Surabaya, nampak landasan basah pertanda habis hujan. Tidak lama Mas Heru saya hubungi, sopir yang menjemput kami, setelah makan kami berangkat ke Madiun jam22.00. Jam 24.00 tiba dirumah, dengan Ibu Dan adik sudah menunggu didepan rumah, tak tergambar suka citanya kami. Ibu Dan adik pun menawari makan sekaligus sahur kami pertama di Madiun.
Esoknya kami pun menengok anak kami pertama yang kuliah di Unipma, bahagia sekali melihat dia sehat dan ceria. Langsung kami berjalan-jalan di Jalan Pahlawan melihat icon berbagai negara serta berfoto ria, kami pun ajak anak-anak ke area game di Matahari Mall. Malamnya kami Tarawih di Masjid Jatisari, Masjid di masa kecilku Tarawih dan minta tanda tangan ke Imam Masjid waktu itu. Esoknya merupakan puasa terakhir, sore kami mengantar adik sekeluarganya ke terminal Madiun, mereka akan mudik ke rumah suaminya dengan mengendarai Bus Sleeper. Kami berbuka puasa terakhir di Lawu Mall, sekaligus takbiran disini, ramai sekali. Menyaksikan iring-iringan pawai takbir di atas Lawu Mall. Syukur selalu kami panjatkan kepada Allah SWT, yang memberi segala karunia ini. Merayakan Takbir bersama seluruh keluarga lengkap dan Ibu saya.
Di hari yang fitri kami sholat Id di masjid kampung, berjalan beriring dipagi yang cerah Dan masih sunyi, jalanan nampak lengang tidak seperti biasanya. Selesai Sholat, kami bermaaf-maafan, rasanya luar biasa, syukur tiada henti kami panjatkan, lebaran spesial, walau belum semua adik-adik kumpul. Tak lupa kami saling berkunjung di rumah tetangga dan sanak saudara, sangat bahagia bertemu mereka. Menyekar di leluhur berkunjung kerumah Bibi, adat Bibi yang selalu menyuguhkan Soto ayam, yang rasanya khas tidak Ada ditempat lain, Alhamdulillah, bertemu keluarga di Mlilir dan Blaru, bertemu sepupu dik Andik sekeluarga, dik Intan sekeluarga. Malamya bersama Hasan saya beli sate ayam legend di Pasar Pagotan, dengan harga yang Murah namun enak.
Lebaran kedua kami berkunjung ke keluarga istri di Tulungagung. Mampir di Makam Bung Karno, di Masjid Ar Rohman yang ramai dikunjungi wisatawan karena bangunannya mirip di Kabah. Serta tempat wisata yang disenangi anak-anak saya yaitu Blitar Park, kami bermain sepuasnya, sampai jam 20.00. Pada hari Rabu Pagi saya Dan Ibu membeli pecel pincuk godong jati di Dolopo, pecel yang rasanya sagat enak Dan ngangenin, sorenya anak-anak mengajak berenang di Samudra Sun City, mereka bermain dengan riang gembira, walau sorenya hujan sangat deras. Kami makan malam di sini dengan model pemesanan melalui kartu. setelah itu mengunjungi bazar pecel pincuk di depan klenteng dan minum wedang ronde, hari ini cukup mengasyikkan walau dalam perjalanan terkena macet parah. Hari Kamis kamis pagi saya Dan Ibu ke pasar pagotan, ramai sekali disini, kami beli bubur, soto ayam dan ketupat yang sudah banyak dijual. Sore hari kami mengantar Ibu mengunjungi rumah adik di perumahan Al Kautzar. Kami makan ayam yang kami pesan lewat online diiringi hujan, serta sholat magrib di Masjid perumahan yang cantik, pulangnya lewat terminal menghindari macet, namun tetap kena macet parah di perlintasan kereta api stasiun, ya dinikmati karena memang edisi lebaran banyak yang mudik. Mampir ke swalayan baru Superindo yang lengkap dagangannya.
Hari Jumat kami healing ke Solo safari selain melihat hewan-hewan, atraksi dan berfoto, anak-anak main beberapa wahana seperti flyng Fox, ayunan, memberi makan ikan. Sholat Jumat didalam Solo Safari, yang berdesak-desakkan namun tetap khusyu. Makan siang yang kami bawa bekal, diteruskan ke Cholomadu bekas pabrik gula, Dan ke heritage, bangunan tua yang iconik, serta main Kubik. Malamnya kulineran di pujasera menikmati nasi lewet solo yang enak secara lesehan serta mampir ke Paragon Solo.
Sabtu, saya, istri dan anak kami yang bontot, membeli oleh-oleh untuk kami bawa balik, dengan naik motor, beli lupis di pasar kawak, rice cooker untuk Ardi, mampir ke asrama Ardi, ziarah ke makam nenek saya di gulun, beli es kelapa, beli bakso sabar tek'an, beli dawet kertobanyon, kuliner legend di Madiun. Sampai rumah adik sudah balik dari Tangerang.
Minggu pagi saya keliling kampung dengan bersepeda mulai dari desa Jatisari sampai Sumberejo, setelah itu jam 09.00 menyempatkan reuni dengan teman-teman SD dan berkunjung ke Guru, senang sekali setelah puluhan tahun tidak berjumpa, ada yang sudah lupa jadi kami mengingat-ingat kembali kenangan masa SD. Jam11.00 kami sekeluarga menonton film Jumbo di Lawu. Makan malam di Hotel Merdeka, beli mi gacoan yang antre panjang.
Senin, saatnya kami balik ke perantauan jam 08.00 pagi, sebelumnya kami ke keluarga mas Koko untuk resepsi pernikahan adik iparnya. Meninggalkan Ibu, adik dan anak dengan perasaan sedih dan haru. Seminggu bertemu rasanya sangat cepat seakan-akan kurang pertemuan kami. Namun dengan doa dan harapan. Agar selalu diberikan rezeki oleh Allah SWT. Untuk masa depan kami agar lebih baik, terutama anak-anak kami. Sore pesawat berangkat dan mendarat dengan selamat di Berau pukul 21.00 bersama rekan-rekan sejawat kami satu pesawat. Diantar travel kami melewati perjalanan setengah mabuk karena kecapean untung sopirnya ramah dan lucu, sampai dirumah pukul 24.00. Alhamdulillah esok kami bisa masuk kerja tepat waktu.
Komentar
Posting Komentar